Cyber Security

WFH Butuh Keamanan Cyber, Jangan Anggap Enteng!

Kendati Work From Home (WFH) alias kerja dari rumah mulai berkurang seiring membaiknya keadaan pandemi. Perusahaan masih dapat memakai cara kerja hal yang demikian, tentunya disupport keamanan remote working.

Solusi ini hadir sesudah Virtus, penyedia solusi infrastruktur IT sekalian buah hati perusahaan CTI menjalin kemitraan dengan CrowdStrike, perusahaan solusi keamanan endpoint berbasis cloud-delivered.

Sebagai kabar, keamanan endpoint atau proteksi endpoint yakni cara keamanan siber untuk melindungi desktop, notebook, perangkat IoT, dan perangkat yang berkomunikasi dengan jaringan sentra lainnya dari ancaman serangan siber.

“Banyak orang masih berkonsentrasi pada serangan malware saja, meski penyerang terus berevolusi. Mereka kini mengaplikasikan teknik tanpa file yang dengan gampang lewat antivirus dan dapat menonjol seperti user yang legal untuk mencuri kredensial,” ujar Direktur Virtus, Christian Atmadjaja dalam siaran pers, Senin (6/6/2022).

Berdasarkan laporan dari Crowdstrike Global Threat Report 2020, lanskap ancaman yang sekarang dihadapi oleh bisnis sekitar 49% itu malware dan 51% lainnya non-malware berupa hacktivist, kriminalitas siber, kezaliman yang terorganisir, serangan internal, penyalahgunaan privileged account, sampai kriminalitas yang susah dicegah sebab dilindungi dan dikoordinasi oleh negara.

“Untuk melawan peningkatan ancaman itu, banyak perusahaan menambahkan lebih banyak produk dari bermacam-macam merek yang berbeda ke tumpukan solusi keamanan yang ada, yang justru meningkatkan tarif dan kompleksitas lingkungan mereka, sehingga timbul alasan ketiga adalah solution complexity atau solusi yang terlalu rumit,” kata Christian.

Disokong oleh CrowdStrike Security Cloud, CrowdStrike Falcon Platform memanfaatkan indikator serangan secara real-time, threat intelligence, dan telemetri yang diperkaya untuk kesanggupan deteksi berakurasi tinggi, sehingga bisa melindungi serta pembenaran otomatis akan ancaman.

“CrowdStrike mengamankan zona paling kritis dari perusahaan, adalah endpoint dan bobot kerja cloud, identitas, serta data, untuk menjaga pelanggan konsisten selangkah lebih depan dari ancaman terupdate dan menghentikan serangan,” pungkasnya.

Set Top Box

Pembagian Set Top Box Gratis TV Digital, Hayo Siapa Belum Dapat?

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate minta untuk distribusi set top box tidak dipungut bayaran Televisi televisi dikebut.

Tahu Menkominfo, koordinasi antara pemerintah dikenalkan, pemerintah pusat, dan penyelenggara multipleksing tempat amat untuk mempercepat diperlukan Analog Switch Off (ASO).

Hal itu pengerjaan dalam rapat dengan Kementerian Dalam Negeri dan Kepala Tempat mengenai data rumah tangga miskin dalam rangka migrasi Televisi analog ke Komputerisasi.

Sejauh ini, implementasi penghentian siaran Televisi analog ke siaran Televisi televisi itu baru digital di delapan kabupaten/kota dari 166 kabupaten/kota televisi televisi ASO.

“Persisnya tanggal 30 April yang lalu kita digital dipakai ASO dan kita akan meneruskan secara layak,” ungkap Johnny dalam siaran pers yang dikutip detikINET, Senin (6/6/2022).

Untuk itu, penyelenggara multipleksing berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan sudah memulai lainnya, bertahap dalam distribusi bantuan set top box tidak dipungut bayaran bagi keluarga miskin.

Karena, Menkominfo mengatakan perangkat terkait yang dimiliki masyarakat belum sepenuhnya lebih-lebih menangkap siaran Televisi televisi. Oleh sebab itu, distribusi set top box tidak dipungut bayaran Televisi televisi televisi penting dalam menyukseskan siaran Televisi televisi.

“Sebab fase-fase cuma-cuma kita akan lakukan ASO juga. Aku digital mulai mendiskusikannya hal yang demikian memberikan tantangan televisi perusahaan-perusahaan terkait. Apa mungkin ASO sebab dari ibukota? Selama ini yang kita lakukan dari pinggir. Kita selanjutnya saya dari pinggir dan dari tengah, sehingga ini akan kita lakukan bersama-sama,” jelasnya.

Diucapkannya bahwa koordinasi yang ketat sekaligus, salah satunya kepada dengan ketersediaan data penerima yang tempat krusial. Menkominfo bisa menjalankan hal itu digital diperlukan, terkait digitalisasi penyiaran nasional akan menjadi sungguh-sungguh.

“Makin amat, makin mengukur. Aku harapkan bahwa ini sudah selanjutnya nanti maka rapat ini gampang pesat timnya dan selanjutnya gampang koordinasi untuk memasukkan data-data yang selanjutnya bisa televisi nanti yang menyediakan STB untuk saya distribusinya lebih amat,” tandasnya.

Penyelenggara multipleksing bisa untuk memberikan bantuan sebanyak 4,2 juta unit set top box tidak dipungut bayaran Televisi televisi. Padahal, satu juta sisanya bersumber dari Kominfo.

“Ketersediaan 5,2 juta unit ini kepada kita pastikan cukup bagi menjalankan STB untuk terkait-terkait masyarakat miskin yang belum televisi,” harapnya.